Kuhirup semerbak kebahasahan
Lalu kulihat
pelupuknya merebak
Merekat dengan
desahan berat
Sedu sedan
berjejalan
Kuraih
wajahnya, dingin
Meletakkannya
lama disana, menahan
Garis –
garisnya membuatku terpikat
Guratan pipinya
yang berpadu lembut
Melekung ke
dalam ketika senyumnya terkembang
Ah, berhentilah
menangis
Biarpun ketika
mataharimu terbenam esok hari
Aku tak berada
dalam pelukanmu
Tapi tentu saja
kau bisa melihat
Kan kutitipkan
separuh hatiku pada sang bintang
Supaya jika
malam telah menggamitmu lekat
Aku tetap
berada disana
Meniupkan lagu
cinta teruntukmu
Membelaimu
pelan ketika desiran angin menerpamu
Berhentilah
menangis
Karena jika pun
waktu memaksaku untuk beranjak
Tapi tentu saja
cinta itu akan tetap beranak
Mengakar dalam
pori
Membekap hatiku
teruntukmu, sejoli